DRAF SKRIPSI
: Monitoring dan Evaluasi Pendidikan dalam
Rangka Optimalisasi Manajerial
A.
Latar Belakang Masalah
Sekolah sebagai sistem terbuka dalam arti
menyesuaikan dengan lingkungannya dengan cara
melakukan perubahan-perubahan susunan
dan proses dari bagian-bagian yang ada dalam sekolah itu
sendiri. Sekolah selalu menginginkan adanya keseimbangan dan kestabilan antara
bagian-bagian yang ada dalam sekolah dan di luar sekolah. Keseimbangan tersebut dicapai melalui adaptasi terhadap perubahan-perubahan lingkungan yang
penuh arti.[1]
|
1
|
Dalam
rangka operasionalisasi suatu strategi, fungsi pengawasan mutlak perlu
diselenggarakan. Akan tetapi, karena terbatasnya cakupan dan orientasi waktu
dalam menjalankan pengawasan, fungsi tersebut perlu diikuti oleh pelaksanaan
fungsi lain, yang tidak kalah pentingnya, yaitu fungsi evaluasi atau penilaian yang menjadi sorotan perhatian pada pembahasan berikut,[3] karena orientasi waktu
terselenggarakannya pengawasan hanya saat berlangsungnya berbagai kegiatan
operasional, sedangkan orientasi waktu penilaian adalah tahap berikut dalam
proses pencapaian tujuan. Telah diketahui pula bahwa sasaran pengawasan terbatas
dengan keterkaitannya dengan rencana yang telah ditetapkan, sedangkan sasaran
penilaian meliputi seluruh faktor-faktor organisasional. Pemanfaatan
hasil temuan pun berbeda antara pengawasan dan penilaian. Hasil temuan
pengawasan dimanfaatkan terutama untuk tindakan yang bersifat preventif dan kalau
pun ada unsur korektifnya, terbatas pada peningkatan penyelenggaraan kegiatan
operasional pada tahap sekarang. Sebaliknya, hasil temuan evaluasi atau penilaian dimanfaatkan
untuk memantapkan sikap dan tindakan yang sifatnya produktif, yaitu untuk
meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan produktivitas kerja pada tahapan
berikut.[4]
Namun
tanpa monitoring, evaluasi tidak dapat dilakukan karena tidak memiliki data
dasar untuk dilakukan analisis, dan dikhawatirkan akan mengakibatkan spekulasi,
oleh karena itu monitoring dan evaluasi harus berjalan seiring.
Gambaran kualitas manajerial pendidik yang ada di MAN lapri sesuai subjek monitoring dan evaluasi, dari segi
sarana dan prasarana dan iklim sekolah itu sudah berkualitas tapi dari segi tenaga
kependidikannya masih butuh skill dan kedisiplinan agar peserta didik
loyalitas terhadap pembelajaran sehingga tidak ada kata jenuh dan juga disiplin
mengikuti kegiatan pembelajaran. Hal itu pendidik memang dituntuk memiliki skill
dan kedisiplinan menurut
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen
menyatakan bahwa kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan
perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam
melaksanakan tugas keprofesionalan.[5]
Hal ini disebabkan
kurangnya pengawasan dan evaluator dari pihak instansi yang
terkait untuk peningkatan kualitas mutu pembelajaran.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis
mengemukakan sebuah masalah pokok, yaitu apakah manajerial pendidik di MAN lapri
sudah melakukan pengawasan dan pengevaluasian secara efektif dan efisien? Merujuk
pada masalah pokok tersebut, penulis menganggap perlu adanya submasalah
yang dijadikan sebagai sentral dalam pembahasan skripsi ini yaitu:
1.
Bagaimana bentuk pengawasan manajerial
pendidik terhadap guru di MAN Lappariaja?
2.
Bagaimana bentuk evaluasi manajerial
pendidik terhadap guru di MAN Lappariaja?
C. Pengertian
Judul
Kesalahan presepsi sering terjadi dalam suatu
kajian, olehnya itu untuk menghindarinya, maka diperlukan beberapa pengertian
dari format judul di atas. Pengertian ini sebagai langkah awal ke arah
pembahasan yang lebih mendalam. Uraian pengertian yang dianggap perlu yaitu
sebagai berikut:
b.
Evaluasi artinya penilaian; hasil pengamatan itu
hinggga saat itu belum diperoleh.[7]
c.
Pendidikan: proses
pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelomppok orang dalam usaha
mendewasakan manusia melalui upanya pengajaran dan pelatihan, proses,
perubahan, cara mendidik.[8]
e.
Optimalisasi: menjadikan paling terbaik
atau menjadikan paling tertinggi.[10]
f.
Manajerial: orang yang mengatur pekerjaan
atau kerja sama yang baik dengan
menggunakan orang untuk mencapai tujuan sasaran, orang yang berwenang dan
bertanggung jawab membuat rencana, mengatur, memimpin, dan mengendaliksn
pelaksanaannya untuk mencapai sasaran tertentu.[11]
g.
Pendidik: orang yang mendidik.[12]
Berdasarkan pengertian judul di atas bahwa yang dimaksud
monitoring dan evaluasi pendidikan dalam rangka
optimalisasi manajerial pendidik adalah menarapkan fungsi manajemen yaitu monitoring
dan evaluasi dari menajer pendidik terhadap guru agar meningkatkan mutu belajar siswa di MAN Lapri yang
bertitik akhir pada pencapaian tujuan pendidikan secara efektif dan efisien yang
melahirkan outcome yang berkualitas.
D.
Kajian Pustaka
Penelitian tentang monitoring dan evaluasi pendidikan dalam
rangka optimalisasi manajerial pendidik. Namun demikian, penelitian dan tulisan secara sistematis dan
mendalam terhadap masalah yang akan dibahas dalam skripsi ini, belum banyak
diangkat dan dikaji. Oleh karena itu, penulis menyadari bahwa kajian tentang monitoring dan evaluasi pendidikan dalam
rangka optimalisasi manajerial pendidik, sangat penting untuk diteliti.
Para pakar pendidikan
telah menuangkan pokok-pokok pikirannya dalam berbagai tulisan, baik dalam
bentuk buku, makalah, kumpulan tulisan, dan artikel - artikel yang tersebar
dibeberapa kajian media massa. Beberapa sumber sebagai bahan yang bekaitan monitoring dan evaluasi pendidikan dalam
rangka optimalisasi manajerial pendik, antara lain
sebagai berikut:
Dalam buku yang berjudul “Evaluasi
Program Pendidikan” yang dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto dan Cepi
Saafruddin Abdul Jabar fungsi monitoring
(pemantauan) memiliki dua fungsi pokok, yaitu untuk
mengetahui kesesuaian pelaksanaan program
dengan rencana program dan untuk mengetahui seberapa pelaksanaan yang
sedang berlangsung dapat diharapkan akan
menghasilkan perubahan yang dinginkan. Fungsi kedua merupakan fungsi
terpenting, mengingat pemantuan harus mengenali sejak dini peluang terjadinya
perubahan positif sesuai dengan harapan.[13]
Dalam buku yang berjudul
“Evaluasi Program Pendidikan” yang dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto,
Cepi Saafruddin Abdul Jabar, ketetapan penentuan model evaluasi (1) makna ketetapan model evaluasi bagi program
yang dievaluasi, ketetapan penentuan model evaluasi program mengandung makna
bahwa ada harapan keeratan tautan antara evaluasi program dengan jenis program
yang dievaluasi seperti halnya program pemrosesan yang kegiatan pokoknya
mengubah bahan mentah (input) menadi bahan jadi sebagai hasil proses atau
keluaran (output), seperti program pemrosesan pembelajan. (2) model evaluasi
yang tepat untuk program pemrosesan ada beberapa yaitu model goal oriented evaluation, model goal free evaluation, model formatif-summative evaluation, model deskripsi-pertimbangan,
model evaluasi CSE-UCLA, model evaluasi CIPP, dan model evaluasi kesenjangan.[14]
Dalam
buku yang berjudul “Manajemen Pengawasan Kualitas Terpadu” yang
dikemukakan oleh Kamaruddin Tujuan dasar pengawasan
adalah untuk menjamin bahwa kegiatan terarah yang tengah berjalan sesuai dengan
tujuan dan rencana dan dalam batas-batas struktur organisasi. Pengawasan
biasanya meliputi empat kegiatan utama. Ke empat kegiatan itu adalah
pengembangan standar pelaksanan, pengukuran hasil pelaksanaan penilaian hasil
pelaksanaan dan perbaikan.
Ketika pengawasan berlangsung, kegiatan
pertama yang perlu dilakukan adalah pengembangan standar: pelaksanaan dengan
cara menetapkan alat-alat pengukur sehingga kita dapat menilai setiap
pelaksanaan yang sedang atau sudah selesai. Dari manakah kita dapat memperoleh
alat-alat pengukur itu? Tujuan, kebijaksanaan, program, jadwal dan anggaran
belanja merupakan beberapa alat untuk mengukur pelaksanaan manajemen.
Kegiatan kedua adalah pengukuran
hasil pelaksanaan yang merupakan kegiatan
untuk menetapkan status pelaksanaan yang sedang dan telah selesai dilaksanakan. Pengukuran
ini dapat dilakukan bila mana pengawas mengadakan obserpasi menerima dan
membuat laporan.
Kegiatan berikutnya adalah
penialaian hasil pelaksanaa. Dengan cara membandingkan pelaksanaan dan standar
yang ada orang dapat menilai keberhasilan (efektivitas) dan biaya dapat
diperlukan untuk mencapai hasil tersebut ( efisiensi).[15]
Dalam buku yang berjudul “Evaluasi
Hasil Belajar” yang dikemukakan oleh Purwanto mengatakan bahwa setiap kegiatan membutuhkan evaluasi apabila
dikehendaki untuk mengetahui apakah kegiatan berjalan sebagaimana yang
diharapkan. Pengambilan keputusan evaluasi dilakukan berdasarkan hasil
pengukuran dan kriteria, sehingga berikut akan dibahas mengenai pengukuran,
kriteria dan evaluasi, yaitu:
1.
Pengukuran
Pengukuran (measurement) adalah membandingkan
sesuatu yang diukur dengan alat ukuranya dan kemudian menerakan angka menurut
sistem aturan tertentu (Kerlinger, 1996: 687). Pengukuran merupakan cara
pengumpulan data dalam ilmu alam. Dalam
pendidikan cara ini
diadaptasi untuk pengumpulan data.
Pengukuran dilakukan untuk mendapatkan data yang
objektif. Objektivitas dapat dicapai karena pengumpulan data mengambil jarak dengan
objek yang diukur dan menyerahan wewenang pengukuran kepada alat ukur. Penyerahan
kewenangan pengukuran kepada alat ukur menyebabkan pengumpul data tidak lagi
menyertakan subjektivitasnya kedalam hasil ukur dan diperoleh data yang
objektif.
2.
Kriteria
Penilaian (evaluation) adalah pengambilan
keputusan berdasarkan hasil pengukuran dan kriteria tertentu. Hasil pengukuran
merupakan angka mati yang tidak mempunyai makna apa pun. Pengambilan keputusan
belum dapat dilakukan hanya atas dasar
hasil pengukuran. Hasil pengukuran baru mempunyai makna dan dapat digunakan untuk
mengambil keputusan setelah dibandingkan dengan kriteria tertentu.
3.
Evaluasi
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa penilaian adalah
pengambilan keputusan berdasarkan hasil pengukuran dan kriteria yang
ditetapkan. Pengukuran dan penilaian merupakan kegiatan yang berkaitan erat.
Penilaian tidak dapat dilakukan tanpa didahului dengan kegiatan pengukuran.
Pengukuran dilakukan untuk tujuan pengambilan keputusan dalam penilaian.[16]
Dalam buku yang berjudul
“Pengantar Evaluasi Pendidikan” yang dikemukakan oleh Anas Sudijono kegunaan evaluasi pendidikan
yang dapat dipetik dari kegiatan evaluasi dalam bidang pendidikan adalah:
1.
Terbukanya kemungkinan
evaluator guna memperoleh informasi tentang hasil-hasil yang telah dicapai
dalam rangka pelaksanaan program pendidikan.
2.
Terbukanya
kemungkinan untuk dapat diketahuinya relevansi antara program pendidikan yang
telah dirumuskan, dengan tujuan yang hendak dicapai.
3.
Terbukanya
kemungkinan untuk dapat dilakukannya usaha perbaikan, penyesuaian dan
penyempurnaan program pendidikan yang dibanding lebih berdaya guna dan berhasil guna, sehingga tujuan yang
dicita-citakan, akan dapat dicapi dengan hasil yang sebaik-baiknya.[17]
E. Kerangka Berpikir
Berdasarkan pengamatan
yang dilakukan dalam tinjauan pustaka di atas yang berkenaan dengan judul
skripsi ini, maka penulis dapat merumuskan suatu kerangka berpikir sebagai
berikut:
|
Evaluasi
|
|
Monitoring
|
|
Pendidik
(Guru)
|
|
Kepala Sekolah (Manajer)
|
|
Siswa
|
|
Outcome Yang Berkualitas
|
Dari kerangka teori tersebut, dapat dipahami bahwa
monitoring dan evaluasi pendidikan memang perlu untuk ditarapkan dari menejer pendidik guna membentuk guru sebagai motivator dan menguasai kompetensi untuk melahirkan outcome yang berkualitas. Untuk itu penulis meneliti monitoring dan evaluasi
pendidikan dalam
rangka optimalisasi manajerial pendidik di MAN Lapri.
F.
Hipotesis
Berdasarkan permasalahan pokok di atas, maka
penulis menguraikan hipotesis sebagai berikut:
1.
Berdasarkan hasil pengamatan sementara,
penulis mengamati bahwa manajer pendidik di MAN Lapri belum menarapkan
sepenuhnya teori monitoring dan evaluasi terhadap guru tentunya dalam rangka meningkatkan konpetensi
guru karena masih ada hanya mengandalkan teori melainkan mengeyampingkan skill
dan moralnya sehingga peserta didik tidak loyal terhadap pembelajarannya.
G.
Tujuan Penelitian
Adapun
tujuan penelitian skripsi ini adalah:
1.
Untuk
mengetahui bentuk pengawasan manajerial pendidik di MAN Lappari
terhadap guru.
2.
Untuk
mengetahui bentuk evaluasi
manajerial pendidik di MAN Lappari terhadap
guru.
H.
Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan
yang hendak dicapai dalam penelitian skripsi ini adalah:
1. Secara teoritis Penelitian ini memberikan sumbangsih ilmu maupun
pengetahuan dan referensi bagi peneliti maupun pembaca yang nantinya mampu
memahami pengertian dan tujuan monitoring
dan evaluasi pendidikan, khususnya mengoptimalkan kedisiplinan dan
motivasi pendidikan.
2. Guru bisa
meningkatkan kompetensi dan efektivitas mengajarnya, supaya
kemandirian dan kreatifitas siswa bisa tercapai dan melahirkan outcome yang berkualitas.
3. Menajer pendidik lebih memahami gaya motivasi dengan adanya teori pengawasan
dan evaluasi.
4. Sebagai bahan
acuan untuk penulisan selanjutnya.
I.
Metode
Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut:
1. Pendekatan penelitian
a. Pendekatan sosiologis
Pendekatan sosiologis adalah untuk
mengetahui berbagai keragaman yang ada disuatu wilayah atau daerah yang
beraneka ragaman manusia yang hidup di daerah tersebut. Karena sosiologis
adalah ilmu yang mempelajari masyarakat.[18] Sosiologi
suatu ilmu pengetahuan yang membatasi diri terhadap persoalan penilaian.
b. Pendekatan psikologis
Pendekatan psikologis adalah pendekatan
yang digunakan untuk mengetahui sikap dan tingkah laku manusia yang telah
menjadi sasaran penelitian.
2. Lokasi penelitian. Penelitian ini berlangsung di Madrasah
Aliyah Negeri Lappariaja.
3. Metode Pengumpulan Data
a.
Metode Library
research yaitu suatu metode yang digunakan dengan jalan menelaah beberapa
buku literatur yang berkaitan untuk di jadikan konsep atau teori dalam
pembahasan skripsi ini.
b.
Metode Field research
yaitu suatu metode yang digunakan dengan terjun langsung ke sekolah dengan cara
mengamati objek penelitian dengan teknik sebagai berikut:
1) Observasi yaitu pengamatan langsung yang dilakukan terhadap
objek yang diteliti.
2) Dokumentasi yaitu proses pengumpulan data dengan melihat
dokumentasi yang terkait dengan penelitian yang dilakukan.
3) Angket yaitu penulis memberikan daftar pertanyaan secara
tertulis kepada responden yang menjadi objek penelitian.
4) Wawancara yaitu mencoba mendapatkan keterangan atau penjelasan
secara lisan dari seorang responden terkait dengan objek penelitian.
c.
Populasi dan Sampel
Untuk mengetahui populasi
yang dijadikan objek dalam penelitian ini, maka terlebih dahulu akan
dikemukakan pengertian populasi berdasarkan rumusan dari beberapa penelitian
antara lain:
Populasi adalah totalitas
dari semua objek atau individu yang memiliki karakteristik tertentu, jelas dan
lengkap yang akan diteliti.[19]
Hadari Nawawi berpendapat bahwa yang dimaksud
dengan populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang terdiri dari manusia,
benda – benda, hewan, tumbuh – tumbuhan, gejala – gejala, nilai tes atau
peristiwa – peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu
di dalam suatu penelitian.[20]
Suharsimi Arikunto berpendapat
bahwa yang dimaksud dengan populasi adalah keseluruhan objek penelitian[21]. Dari
pendapat yang dikemukakan di atas, maka penulis dapat mengambil suatu
kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan populasi adalah keseluruhan objek yang
akan diteliti. Dengan demikian adapun jumlah populasi dalam penelitian ini yaitu 20 orang.
Sebagian dari
kalangan kepala sekolah, dan guru dari sekolah tersebut.
Sedangkan
sampel menurut Bailey adalah bagian dari populasi yang ingin diteliti.[22] Oleh karena itu, sampel harus dilihat sebagai suatu
pendugaan terhadap populasi dan bukan populasi itu sendiri. Adapun yang menjadi
sampel dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah dan guru sebanyak 7 orang.
4.
Instrumen
Penelitian
Adapun
instrumen dari penelitian yang berjudul monitoring dan evaluasi pendidikan dalam rangka optimalisasi
manajerial pendidik Di MAN Lapri. Adalah
sebagai berikut:
|
No.
|
Variabel
|
Dimensi
|
Indikator
|
|
1.
|
Optimalisasi Manajerial Pendidik
|
1. Monitoring
2. Evaluasi
|
1. Menetapkan standar-standar pelaksanaan
pekerjaan.
2. Pengukuran hasil/pelaksan pekerjaan.
3. Tahap penilaian
1. Evaluasi terhadap konteks.
2. Evaluasi terhadap masukan.
3. Evaluasi terhadap proses.
4. Evaluasi terhadap hasil atau produk.
|
Penjelasan
dari indikator-indikator yang akan dilaksanakan evaluator atau menejer pendidik
dari dimensi monitoring dan evaluasi. Dimana minitoring ini ada tiga tahapan
yang pertama, tahap perencanaan atau penetapan standar-standar pelaksaan dimana
evaluator sebelum melakukan tahap pelaksaan harus terlebih dahulu
mengidentifikasi tujuan, menentukan batas-batas yang akan dimonitor,
menyeleksikan indikator dan standard yang digunakan, dan penentuan
sumber-sumber informasi dan prosedur pengumpulan data. Tahap yang kedua, tahap
pelaksaan dimana evaluator sebelum melangkah tahap penilain pelaksaan, harus
mengumpulkan data, pengolahan dan analisia data, penyajian dan pelaporan
temuan-temuan, dan tindak lanjut yang tepat (follow-up) dari hasil temuan.
Tahap yang ketiga atau tahap penilain, dengan
cara membandingkan pelaksanaan dan standar dan
pengambilan keputusan apakah kegiatan monitoring dilanjutkan atau tidak.[23]
Dari dimensi
evaluasi penulis menggunakan model CIPP sebagai tahap kegiatan evaluasi atau
sasaran yang akan di evaluasi dimana model CIPP ini yang paling banyak dikenal
dan diterapkan oleh para evaluator untuk program pemrosesan. oleh karena itu,
uraian yang diberikan relatif panjang
dibanding dengan model-model laiannya. Model CIPP ini dikembangkan oleh Stufflebeam
dan kawan-kawan (1967) di Ohio State University.
CIPP yang merupakan sebuah singkatan dari huruf awal emapat buah kata, yaitu:
Context evaluation : evaluasi terhadap konteks
Input evaluator : evaluasi terhadap masukan
Prosess evaluation : evaluasi terhadap proses
Product evaluation : evaluasi terhadap hasil
a.
Evaluasi
Konteks
Evaluasi konteks adalah upanya untuk
menggambarkan dan merinci lingkungan, kebutuhan yang terpenuhi, populasi dan
sampel yang dilayani, dan tujuan proyek.
b.
Evaluasi
Masukan
Maksud dari evaluasi masukan adalah kemanpuan
sekolah dalam menunjang PMTAS, antara lain kemanpuan sekolah dalam menyediakan
petugas yang tepat, pengatur menu yang andal, ahli kesehatan yang berkuaalitas, dan sebagainya.
c.
Evaluasi
Proses
Evaluasi proses dalam model CIPP menunjuk, apa
(what) kegiatan yang dilakukan
program, siapa (who) orang yang
ditunnjuk sebagai penanggung jawab program, kapan (when) kegiatan akan selesai. Dalam model CIPP, evaluasi proses
diarahkan pada beberapa jauh kegiatan yang dilaksanakan di dalam program sudah
dilaksanakan sesuai dengan rencana.
d.
Evaluasi
Produk Atau Hasil
Evaluasi produk atau hasil diarahkan pada
hal-hal yang menunjukkan perubahan yang terjadi pada masukan mentah, dalam
contoh PMTAS adalah siswa menerimah makanan tambahan.[24]
5.
Teknik
pengolahan/Analisis Data
Metode pengolahan
data yang digunakan dalam tulisan ini adalah pengolahan secara kuantitatif (statistik) yaitu mengolah data dengan bertolak dari teori-teori untuk
mendapatkan kejelasan pada masalah, baik data yang terdapat di lapangan maupun
yang terdapat pada kepustakaan. Dalam menganalisis data, penulis memakai analisis regresi linier sederhana
yang merupakan hubungan secara linear antara satu variabel independen (X): kualitas
sasaran monitoring dan evaluasi, dengan variabel dependen (Y): Kualitas manajerial
pendidik.
Analisis
ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel
dependen apakah positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel
dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan.
Data yang digunakan biasanya berskala interval atau rasio.[25]
Rumus
regresi linier sederhana sebagai berikut:
Y’ =
a + bX
Keterangan:
Y’ = Variabel dependen (nilai yang
diprediksikan).
X =
Variabel independen
a =
Konstanta (nilai Y’ apabila X = 0)
b =
Koefisien regresi (nilai peningkatan ataupun penurunan)[26]
Nilai
a dan b dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:[27]
R×y =
Crv (x,y)
.
Y =
a ÷ bx ÷ c atau ŷ = a÷ bx
a = (∑y)(∑x2)
- (∑x) (∑xy)
n(∑x2) - (∑x)2
b
= n(∑xy)- (∑x) (∑y)
n(∑x2) - (∑x)2
J.
Garis-Garis Besar
Isi Skripsi
Bab pertama akan dibahas tentang latar
belakang hingga penulis memilih judul ini, selanjutnya merumuskan masalah,
pengertian judul, tinjauan pustaka,
kerangka berpikir, hipotesis, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, metode
penelitian, serta garis- garis besar isi skripsi.
Bab kedua dalam penulisan ini
dibahas mengenai kajian pustaka yang meliputi pengertian monitoring dan evaluasi pendidikan, fungsi dan manfaat monitoring dan evaluasi pendidikan, metode-metode
evaluasi dan monitoring, Proses pengawasan dan ketatapan penentuan model valuasi.
Bab ketiga dibahas
mengenai tata cara penulisan atau metode yang digunakan dalam penyelesaian
penulisan skripsi ini. Mulai dari persiapan penelitian sampai pada tahap penyelesaian penulisan, yang berisi
pendekatan penelitian, lokasi, populasi, instrument penelitian, teknik
pengumpulan data serta teknik analisis data.
Bab keempat sebagai inti dari penulisan
penelitian ini di dalamnya berisi hasil penelitian yang dijabarkan ke dalam
pembahasan yaitu tentang monitoring
dan evaluasi pendidikan dalam rangka optimalisasi manajerial pendidik di MAN
Lappariaja.
Selanjutnya, pada bab kelima sebagai bab
penutup, berisi simpulan dari permasalahan yang diangkat dalam penulisan ini
yang selanjutnya dilengkapi dengan saran-saran.
OUT LINE
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Pengertian Judul
D. Kerangka
Berpikir
E. Hipotesis
F. Tujuan
Penelitian
G. Kegunaan
Penelitian
H. Metode
Penelitian
I. Garis-Garis Besar Isi Skripsi
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Pengertian Monitoring dan Evaluasi Pendidikan
B. Fungsi Monitoring dan Evaluasi Pendidikan
C. Manafaat Monitoring dan Evaluasi Pendidikan
D. Metode-Metode Evaluasi dan Monitoring
E. Proses Pengawasan dan Ketetapan Penentuan Model Evaluasi
BAB III METODE PENELITIAN
A. Pendekatan Penelitian
B. Lokasi, Populasi, dan
Sampel Penelitian
C. Instrumen Penelitian
D. Teknik Pengumpulan
Data
E. Teknik Pengolahan/
Analisis Data
|
19
|
A. Gambaran
Umum Madrasah
Aliyah Negeri Lappariaja.
a. Latar
Belakang dan Sejarah Madrasah Aliyah Negeri Lappariaja.
b. Struktur
Organisasi Madrasah Aliyah Negeri Lappariaja.
B.
Bentuk Penarapan
Monitoring Di Madrasah Aliayah Negeri Lappariaja Terhadap Guru.
C.
Bentuk Penarapan Evaluasi
Di Madrasah Aliayah Negeri Lappariaja Terhadap Guru.
D.
Dampak Monitoring dan Evaluasi Terhadap Manajerial
Pendidik Di Madrasah Aliayah Negeri Lappariaja.
BAB V PENUTUP
A. Simpulan
B. Saran-saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
DAFTAR
PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta, 1992.
Arikunto, Suharsimi dan Jabar Abdul Saafruddin Cepi. Evaluasi Program Pendidikan Pedoman
Teoritis Praktis Bagi Praktisi
Pendidikan. Jakarta:
PT Bumi Aksara, 2004.
Daryanto. Kamus Bahasa
Indonesia Lengkap. Surabanya: Apollo, 1997.
Deparemen
Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa
Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 2002.
Setyo, Pra Bambang dan Jannah
Miftahul Lina. Metode Penelitian
Kuantitatif Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT. Raja Grapindo Persada, 2005.
Priyatno, Dwi. Mandiri
Belajar Statistical Product and Service Solution. Yogyakarta: Mediakom,
2009.
Purwanto. Evaluasi
Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.
M. Hasan, Iqbal. Pokok – pokok Materi
Statistik 2: Statistik Inferensif. Jakarta: Bumi aksara, 2002.
Sudijono, Anas. Pengantar Evaluasi Pendidikan. jakarta: Rajawali
Pres, 2011.
Sutomo, Sumengen. Perencanaan
Partisifatif Modul Pelatihan Dan Pedoman Praktis. Jakarta: Cv. Cipruy, 2002
Soyomokti, Nurani. Pengantar
Sosiologi, Dasar Analisis, Teori dan Pendekatan Menuju Analisis Masalah-Masalah
Sosial, Perubahan Sosial dan Kajian-Kajian Strategis. Jogjakarta: Ar-Ruzz
Media, 2010.
P. Siagian, Sondang. Manajemen
Stratejik. Jakarta: Bumi Aksara, 1995.
H. Isjono. Guru
Sebagai Motivator Perubahan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.
|
22
|
Kamaruddin. Menejemen
Pengawasan Kualitas Terpadu. Jakarta:
Rajawali Pres, 1992.
Abdullah. K. Tahapan dan Langkah-Langkah Penelitian. Watampone:
Lukman al-Hakim Press, 2013.
Wajosumidjo. Kepemimpinan
Kepala Sekolah, Tinjauan Teoretik Dan Permasalahannya. Jakarta: Rajawali Pers,
2008.
.
[1]Wajosumidjo, Kepemimpinan Kepala Sekolah, Tinjauan
Teoretik Dan Permasalhannya (Cet. 6; Jakarta: Rajawali Pers, 2008), h. 160.
[2]Sondang P.
Siagian, Manajemen Stratejik
(Cet. 1; Jakarta: Bumi Aksara, 1995), h. 259.
[6]Departemen Pendidikan
Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Cet. II; Jakarta: Balai Pustaka, 2002),
h. 753.
[13]Suharsimi Arikunto dan Cepi Saafruddin Abdul Jabar, Evaluasi Program Pendidikan Pedoman Teoritis Praktis Bagi Praktisi Pendidikan ( Cet. I; Jakarta: PT Bumi Aksara, 2004), h. 90.
[15]Kamaruddin,
Menejemen Pengawasan Kualitas Terpadu (Cet. II; Jakarta: Rajawali Pres, 1992), h. 4-6.
[16]Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar ( Cet. I; Yogyakarta: Pustaka
Pelajar, 2009), h. 2-4.
[18]Nurani
Soyomokti, Pengantar Sosiologi, Dasar
Analisis, Teori dan Pendekatan Menuju Analisis Masalah-Masalah Sosial,
Perubahan Sosial dan Kajian-Kajian Strategis (Cet, I; Jogjakarta: Ar-Ruzz
Media, 2010), h. 25.
[19]M.
Iqbal Hasan, Pokok – Pokok Materi Statistik
2: Statistik Inferensif (Cet. I; Jakarta: Bumi aksara, 2002), h. 84.
[20]Abdullah
K, Tahapan dan Langkah-Langkah Penelitian (Cet.
I; Watampone: Lukman al-Hakim Press, 2013), h. 56.
[21]Suharsimi
Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu
Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta, 1992), h. 102.
[22]Bambang Pra Setyo dan Lina Miftahul Jannah, Metode Penelitian Kuantitatif Teori dan Aplikasi (Jakarta: PT. Raja
Grapindo Persada, 2005), h. 119.
[23]Sumengen Sutomo.
DKK, Perencanaan Partisifatif Modul
Pelatihan Dan Pedoman Praktis (Cet. I; Jakarta: Cv. Cipruy, 2002), h. 214.
[25]Dwi Priyatno, Mandiri Belajar Statistical Product and Service Solution (Cet.
3; Yogyakarta: Mediakom, 2009), h. 66.
[26]Ibid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar