Jumat, 02 September 2016

Monitoring dan Evaluasi Pendidikan dalam Rangka Optimalisasi Manajerial



DRAF SKRIPSI
: Monitoring dan Evaluasi Pendidikan dalam Rangka Optimalisasi Manajerial
 

A. Latar Belakang Masalah
Sekolah sebagai sistem terbuka dalam arti menyesuaikan dengan lingkungannya dengan cara melakukan perubahan-perubahan  susunan dan proses dari bagian-bagian yang ada dalam sekolah itu sendiri. Sekolah selalu menginginkan adanya keseimbangan dan kestabilan antara bagian-bagian yang ada dalam sekolah dan di luar sekolah. Keseimbangan  tersebut dicapai melalui adaptasi  terhadap perubahan-perubahan lingkungan yang penuh arti.[1]
1
Untuk penyesuaian dari tuntutan perkembangan, kepala sekolah harus memposisikan dirinya sebagai manajerial pendidik atau seorang inovator, untuk penyesuaian atau terarahnya operasional kegiatan pendidikan yang efektif dan efisien, maka menajer harus menarafkan fungsi-fungsi manajerial dengan memonitoring  atau pengawasan karena fungsi dari pengawasan untuk mencegah terjadinya deviasi dan operasionalisasi suatu rencana  sehingga berbagai kegiatan  operasional yang sedang berlangsung  terlaksana dengan baik dalam arti bukan hanya sesuai dengan rencana, akan tetapi juga dengan tingkat efisiensi dan efektivitas yang setinggi mungkin.[2]
Dalam rangka operasionalisasi suatu strategi, fungsi pengawasan mutlak perlu diselenggarakan. Akan tetapi, karena terbatasnya cakupan dan orientasi waktu dalam menjalankan pengawasan, fungsi tersebut perlu diikuti oleh pelaksanaan fungsi lain, yang tidak kalah pentingnya, yaitu fungsi evaluasi atau penilaian yang menjadi sorotan perhatian  pada pembahasan berikut,[3] karena orientasi waktu terselenggarakannya pengawasan hanya saat berlangsungnya berbagai kegiatan operasional, sedangkan orientasi waktu penilaian adalah tahap berikut dalam proses pencapaian tujuan. Telah diketahui pula bahwa sasaran pengawasan terbatas dengan keterkaitannya dengan rencana yang telah ditetapkan, sedangkan sasaran penilaian meliputi seluruh faktor-faktor organisasional. Pemanfaatan hasil temuan pun berbeda antara pengawasan dan penilaian. Hasil temuan pengawasan dimanfaatkan terutama untuk tindakan yang bersifat preventif dan kalau pun ada unsur korektifnya, terbatas pada peningkatan penyelenggaraan kegiatan operasional pada tahap sekarang. Sebaliknya, hasil temuan evaluasi atau penilaian dimanfaatkan untuk memantapkan sikap dan tindakan yang sifatnya produktif, yaitu untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan produktivitas kerja pada tahapan berikut.[4]
Namun tanpa monitoring, evaluasi tidak dapat dilakukan karena tidak memiliki data dasar untuk dilakukan analisis, dan dikhawatirkan akan mengakibatkan spekulasi, oleh karena itu monitoring dan evaluasi harus berjalan seiring.
Gambaran kualitas manajerial pendidik yang ada di MAN lapri sesuai subjek monitoring dan evaluasi, dari segi sarana dan prasarana dan iklim sekolah itu sudah berkualitas tapi dari segi tenaga kependidikannya masih butuh skill dan kedisiplinan agar peserta didik loyalitas terhadap pembelajaran sehingga tidak ada kata jenuh dan juga disiplin mengikuti kegiatan pembelajaran. Hal itu pendidik memang dituntuk memiliki skill dan kedisiplinan menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen menyatakan bahwa kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.[5] Hal ini disebabkan kurangnya pengawasan dan evaluator dari pihak instansi yang terkait untuk peningkatan kualitas mutu pembelajaran.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis mengemukakan sebuah masalah pokok, yaitu apakah manajerial pendidik di MAN lapri sudah melakukan pengawasan dan pengevaluasian secara efektif dan efisien? Merujuk pada masalah pokok tersebut, penulis menganggap perlu adanya submasalah yang dijadikan sebagai sentral dalam pembahasan skripsi ini yaitu:
1.    Bagaimana bentuk pengawasan manajerial pendidik terhadap guru di MAN Lappariaja?
2.    Bagaimana bentuk evaluasi manajerial pendidik terhadap guru di MAN Lappariaja?

C.  Pengertian Judul
Kesalahan presepsi sering terjadi dalam suatu kajian, olehnya itu untuk menghindarinya, maka diperlukan beberapa pengertian dari format judul di atas. Pengertian ini sebagai langkah awal ke arah pembahasan yang lebih mendalam. Uraian pengertian yang dianggap perlu yaitu sebagai berikut:
a.     Monitoring: mengawasi, mengamati atau mengecek dengan cermat, terutama untuk tujuan khusus.[6]
b.    Evaluasi  artinya penilaian; hasil pengamatan itu hinggga saat itu belum diperoleh.[7]
c.     Pendidikan: proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelomppok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upanya pengajaran dan pelatihan, proses, perubahan, cara mendidik.[8]
d.    Rangka: rancangan, rencana, skema, kaitan atau hubungan.[9]
e.     Optimalisasi: menjadikan paling terbaik atau menjadikan paling tertinggi.[10]
f.     Manajerial: orang yang mengatur pekerjaan atau kerja sama  yang baik dengan menggunakan orang untuk mencapai tujuan sasaran, orang yang berwenang dan bertanggung jawab membuat rencana, mengatur, memimpin, dan mengendaliksn pelaksanaannya untuk mencapai sasaran tertentu.[11]
g.    Pendidik: orang yang mendidik.[12]
Berdasarkan pengertian judul di atas bahwa yang dimaksud monitoring dan evaluasi pendidikan dalam rangka optimalisasi manajerial pendidik adalah menarapkan fungsi manajemen yaitu monitoring dan evaluasi dari menajer pendidik terhadap guru agar  meningkatkan mutu belajar siswa di MAN Lapri yang bertitik akhir pada pencapaian tujuan pendidikan secara efektif dan efisien yang melahirkan outcome yang berkualitas.

D.    Kajian Pustaka
Penelitian tentang monitoring dan evaluasi pendidikan dalam rangka optimalisasi manajerial pendidik. Namun demikian, penelitian dan tulisan secara sistematis dan mendalam terhadap masalah yang akan dibahas dalam skripsi ini, belum banyak diangkat dan dikaji. Oleh karena itu, penulis menyadari bahwa kajian tentang monitoring dan evaluasi pendidikan dalam rangka optimalisasi manajerial pendidik, sangat penting untuk diteliti.
Para pakar pendidikan telah menuangkan pokok-pokok pikirannya dalam berbagai tulisan, baik dalam bentuk buku, makalah, kumpulan tulisan, dan         artikel - artikel yang tersebar dibeberapa kajian media massa. Beberapa sumber sebagai bahan yang bekaitan monitoring dan evaluasi pendidikan dalam rangka optimalisasi manajerial pendik, antara lain sebagai berikut:
Dalam buku yang berjudul “Evaluasi Program Pendidikan” yang dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto dan Cepi Saafruddin Abdul Jabar fungsi monitoring (pemantauan) memiliki dua fungsi pokok, yaitu untuk mengetahui kesesuaian pelaksanaan program dengan rencana program dan untuk mengetahui seberapa pelaksanaan yang sedang  berlangsung dapat diharapkan akan menghasilkan perubahan yang dinginkan. Fungsi kedua merupakan fungsi terpenting, mengingat pemantuan harus mengenali sejak dini peluang terjadinya perubahan positif sesuai dengan harapan.[13]
Dalam buku yang berjudul “Evaluasi Program Pendidikan” yang dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto, Cepi Saafruddin Abdul Jabar, ketetapan penentuan model evaluasi (1) makna ketetapan model evaluasi bagi program yang dievaluasi, ketetapan penentuan model evaluasi program mengandung makna bahwa ada harapan keeratan tautan antara evaluasi program dengan jenis program yang dievaluasi seperti halnya program pemrosesan yang kegiatan pokoknya mengubah bahan mentah (input) menadi bahan jadi sebagai hasil proses atau keluaran (output), seperti program pemrosesan pembelajan. (2) model evaluasi yang tepat untuk program pemrosesan ada beberapa yaitu model goal oriented evaluation, model goal free evaluation, model formatif-summative evaluation, model deskripsi-pertimbangan, model evaluasi CSE-UCLA, model evaluasi CIPP, dan  model evaluasi kesenjangan.[14]
Dalam buku yang berjudul “Manajemen Pengawasan Kualitas Terpadu” yang dikemukakan oleh Kamaruddin Tujuan dasar pengawasan adalah untuk menjamin bahwa kegiatan terarah yang tengah berjalan sesuai dengan tujuan dan rencana dan dalam batas-batas struktur organisasi. Pengawasan biasanya meliputi empat kegiatan utama. Ke empat kegiatan itu adalah pengembangan standar pelaksanan, pengukuran hasil pelaksanaan penilaian hasil pelaksanaan dan perbaikan.
Ketika pengawasan berlangsung, kegiatan pertama yang perlu dilakukan adalah pengembangan standar: pelaksanaan dengan cara menetapkan alat-alat pengukur sehingga kita dapat menilai setiap pelaksanaan yang sedang atau sudah selesai. Dari manakah kita dapat memperoleh alat-alat pengukur itu? Tujuan, kebijaksanaan, program, jadwal dan anggaran belanja merupakan beberapa alat untuk mengukur pelaksanaan manajemen.
Kegiatan kedua adalah pengukuran hasil pelaksanaan yang merupakan kegiatan  untuk menetapkan status pelaksanaan yang sedang  dan telah selesai dilaksanakan. Pengukuran ini dapat dilakukan bila mana pengawas mengadakan obserpasi menerima dan membuat laporan.
Kegiatan berikutnya adalah penialaian hasil pelaksanaa. Dengan cara membandingkan pelaksanaan dan standar yang ada orang dapat menilai keberhasilan (efektivitas) dan biaya dapat diperlukan untuk mencapai hasil tersebut ( efisiensi).[15]
Dalam buku yang berjudul “Evaluasi Hasil Belajar” yang dikemukakan oleh Purwanto  mengatakan bahwa  setiap kegiatan membutuhkan evaluasi apabila dikehendaki untuk mengetahui apakah kegiatan berjalan sebagaimana yang diharapkan. Pengambilan keputusan evaluasi dilakukan berdasarkan hasil pengukuran dan kriteria, sehingga berikut akan dibahas mengenai pengukuran, kriteria dan evaluasi, yaitu:
1.    Pengukuran  
Pengukuran (measurement) adalah membandingkan sesuatu yang diukur dengan alat ukuranya dan kemudian menerakan angka menurut sistem aturan tertentu (Kerlinger, 1996: 687). Pengukuran merupakan cara pengumpulan data  dalam ilmu alam. Dalam pendidikan cara ini diadaptasi untuk pengumpulan data.
Pengukuran dilakukan untuk mendapatkan data yang objektif. Objektivitas dapat dicapai karena pengumpulan data mengambil jarak dengan objek yang diukur dan menyerahan wewenang pengukuran kepada alat ukur. Penyerahan kewenangan pengukuran kepada alat ukur menyebabkan pengumpul data tidak lagi menyertakan subjektivitasnya kedalam hasil ukur dan diperoleh data yang objektif.
2.    Kriteria
Penilaian (evaluation) adalah pengambilan keputusan berdasarkan hasil pengukuran dan kriteria tertentu. Hasil pengukuran merupakan angka mati yang tidak mempunyai makna apa pun. Pengambilan keputusan belum dapat  dilakukan hanya atas dasar hasil pengukuran. Hasil pengukuran baru mempunyai makna dan dapat digunakan untuk mengambil keputusan setelah dibandingkan dengan kriteria tertentu.
3.    Evaluasi
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa penilaian adalah pengambilan keputusan berdasarkan hasil pengukuran dan kriteria yang ditetapkan. Pengukuran dan penilaian merupakan kegiatan yang berkaitan erat. Penilaian tidak dapat dilakukan tanpa didahului dengan kegiatan pengukuran. Pengukuran dilakukan untuk tujuan pengambilan keputusan dalam penilaian.[16]
Dalam buku yang berjudul “Pengantar Evaluasi Pendidikan” yang dikemukakan oleh  Anas Sudijono kegunaan evaluasi pendidikan yang dapat dipetik dari kegiatan evaluasi dalam bidang pendidikan adalah:
1.    Terbukanya kemungkinan evaluator guna memperoleh informasi tentang hasil-hasil yang telah dicapai dalam rangka pelaksanaan program pendidikan.
2.    Terbukanya kemungkinan untuk dapat diketahuinya relevansi antara program pendidikan yang telah dirumuskan, dengan tujuan yang hendak dicapai.
3.    Terbukanya kemungkinan untuk dapat dilakukannya usaha perbaikan, penyesuaian dan penyempurnaan program pendidikan yang dibanding lebih berdaya guna  dan berhasil guna, sehingga tujuan yang dicita-citakan, akan dapat dicapi dengan hasil yang sebaik-baiknya.[17]

E.     Kerangka Berpikir
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan dalam tinjauan pustaka di atas yang berkenaan dengan judul skripsi ini, maka penulis dapat merumuskan suatu kerangka berpikir sebagai berikut:

Evaluasi

Monitoring

Pendidik
(Guru)

Kepala Sekolah (Manajer)

Siswa

Outcome Yang Berkualitas
 
















Dari kerangka teori tersebut, dapat dipahami bahwa monitoring dan evaluasi pendidikan memang perlu untuk ditarapkan dari menejer pendidik guna membentuk guru sebagai motivator dan menguasai kompetensi untuk melahirkan outcome yang berkualitas. Untuk itu penulis meneliti monitoring dan evaluasi pendidikan dalam rangka optimalisasi manajerial pendidik di MAN Lapri.

F.     Hipotesis
Berdasarkan permasalahan pokok di atas, maka penulis menguraikan hipotesis sebagai berikut:
1.    Berdasarkan hasil pengamatan sementara, penulis mengamati bahwa manajer pendidik di MAN Lapri belum menarapkan sepenuhnya teori monitoring dan evaluasi terhadap guru  tentunya dalam rangka meningkatkan konpetensi guru karena masih ada hanya mengandalkan teori melainkan mengeyampingkan skill dan moralnya sehingga peserta didik tidak loyal terhadap pembelajarannya.

G.    Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian skripsi ini adalah:
1.    Untuk mengetahui bentuk pengawasan manajerial pendidik di MAN Lappari terhadap guru.
2.    Untuk mengetahui bentuk evaluasi manajerial pendidik di MAN Lappari terhadap guru.

H.    Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan yang hendak dicapai dalam penelitian skripsi ini adalah:
1.    Secara teoritis Penelitian ini memberikan sumbangsih ilmu maupun pengetahuan dan referensi bagi peneliti maupun pembaca yang nantinya mampu memahami pengertian dan tujuan monitoring dan evaluasi pendidikan, khususnya mengoptimalkan kedisiplinan dan motivasi pendidikan.
2.    Guru bisa meningkatkan kompetensi dan efektivitas mengajarnya, supaya kemandirian dan kreatifitas siswa bisa tercapai dan melahirkan outcome yang berkualitas.
3.    Menajer pendidik lebih memahami gaya motivasi dengan adanya teori pengawasan dan evaluasi.
4.    Sebagai bahan acuan untuk penulisan selanjutnya.

I.       Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.    Pendekatan penelitian
a.       Pendekatan sosiologis
Pendekatan sosiologis adalah untuk mengetahui berbagai keragaman yang ada disuatu wilayah atau daerah yang beraneka ragaman manusia yang hidup di daerah tersebut. Karena sosiologis adalah ilmu yang mempelajari masyarakat.[18] Sosiologi suatu ilmu pengetahuan yang membatasi diri terhadap persoalan penilaian.
b.      Pendekatan psikologis
Pendekatan psikologis adalah pendekatan yang digunakan untuk mengetahui sikap dan tingkah laku manusia yang telah menjadi sasaran penelitian.
2.    Lokasi penelitian. Penelitian ini berlangsung di Madrasah Aliyah Negeri Lappariaja.
3.    Metode Pengumpulan Data
a.       Metode Library research yaitu suatu metode yang digunakan dengan jalan menelaah beberapa buku literatur yang berkaitan untuk di jadikan konsep atau teori dalam pembahasan skripsi ini.
b.       Metode Field research yaitu suatu metode yang digunakan dengan terjun langsung ke sekolah dengan cara mengamati objek penelitian dengan teknik sebagai berikut:
1)   Observasi yaitu pengamatan langsung yang dilakukan terhadap objek yang diteliti.
2)   Dokumentasi yaitu proses pengumpulan data dengan melihat dokumentasi yang terkait dengan penelitian yang dilakukan.
3)   Angket yaitu penulis memberikan daftar pertanyaan secara tertulis kepada responden yang menjadi objek penelitian.
4)   Wawancara yaitu mencoba mendapatkan keterangan atau penjelasan secara lisan dari seorang responden terkait dengan objek penelitian.
c.       Populasi dan Sampel
Untuk mengetahui populasi yang dijadikan objek dalam penelitian ini, maka terlebih dahulu akan dikemukakan pengertian populasi berdasarkan rumusan dari beberapa penelitian antara lain:
Populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang akan diteliti.[19]
 Hadari Nawawi berpendapat bahwa yang dimaksud dengan populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang terdiri dari manusia, benda – benda, hewan, tumbuh – tumbuhan, gejala – gejala, nilai tes atau peristiwa – peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu di dalam suatu penelitian.[20]
Suharsimi Arikunto berpendapat bahwa yang dimaksud dengan populasi adalah keseluruhan objek penelitian[21]. Dari pendapat yang dikemukakan di atas, maka penulis dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan populasi adalah keseluruhan objek yang akan diteliti. Dengan demikian adapun jumlah populasi dalam penelitian ini yaitu 20 orang. Sebagian dari kalangan kepala sekolah, dan guru dari sekolah tersebut.
Sedangkan sampel menurut Bailey adalah bagian dari populasi yang ingin diteliti.[22] Oleh karena itu, sampel harus dilihat sebagai suatu pendugaan terhadap populasi dan bukan populasi itu sendiri. Adapun yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah dan guru sebanyak 7 orang.
4.    Instrumen Penelitian
Adapun instrumen dari penelitian yang berjudul monitoring dan evaluasi pendidikan dalam rangka optimalisasi manajerial pendidik Di MAN Lapri. Adalah sebagai berikut:
No.
Variabel
Dimensi
Indikator
1.








Optimalisasi Manajerial Pendidik









1.      Monitoring






2.      Evaluasi





1.      Menetapkan standar-standar pelaksanaan pekerjaan.
2.      Pengukuran hasil/pelaksan pekerjaan.
3.      Tahap penilaian
1.      Evaluasi terhadap konteks.
2.      Evaluasi terhadap masukan.
3.      Evaluasi terhadap proses.
4.      Evaluasi terhadap hasil atau produk.
Penjelasan dari indikator-indikator yang akan dilaksanakan evaluator atau menejer pendidik dari dimensi monitoring dan evaluasi. Dimana minitoring ini ada tiga tahapan yang pertama, tahap perencanaan atau penetapan standar-standar pelaksaan dimana evaluator sebelum melakukan tahap pelaksaan harus terlebih dahulu mengidentifikasi tujuan, menentukan batas-batas yang akan dimonitor, menyeleksikan indikator dan standard yang digunakan, dan penentuan sumber-sumber informasi dan prosedur pengumpulan data. Tahap yang kedua, tahap pelaksaan dimana evaluator sebelum melangkah tahap penilain pelaksaan, harus mengumpulkan data, pengolahan dan analisia data, penyajian dan pelaporan temuan-temuan, dan tindak lanjut yang tepat (follow-up) dari hasil temuan. Tahap yang ketiga atau tahap penilain, dengan cara membandingkan pelaksanaan dan standar dan pengambilan keputusan apakah kegiatan monitoring dilanjutkan atau tidak.[23]
Dari dimensi evaluasi penulis menggunakan model CIPP sebagai tahap kegiatan evaluasi atau sasaran yang akan di evaluasi dimana model CIPP ini yang paling banyak dikenal dan diterapkan oleh para evaluator untuk program pemrosesan. oleh karena itu, uraian yang diberikan relatif  panjang dibanding dengan model-model laiannya. Model CIPP ini dikembangkan oleh Stufflebeam dan kawan-kawan (1967) di Ohio State University. CIPP yang merupakan sebuah singkatan dari huruf awal emapat buah kata, yaitu:
Context evaluation    : evaluasi terhadap konteks
Input evaluator         : evaluasi terhadap masukan
Prosess evaluation    : evaluasi terhadap proses
Product evaluation   : evaluasi terhadap hasil
a.       Evaluasi Konteks
Evaluasi konteks adalah upanya untuk menggambarkan dan merinci lingkungan, kebutuhan yang terpenuhi, populasi dan sampel yang dilayani, dan tujuan proyek.
b.      Evaluasi Masukan
Maksud dari evaluasi masukan adalah kemanpuan sekolah dalam menunjang PMTAS, antara lain kemanpuan sekolah dalam menyediakan petugas yang tepat, pengatur menu yang andal, ahli  kesehatan yang berkuaalitas, dan sebagainya.
c.       Evaluasi Proses
Evaluasi proses dalam model CIPP menunjuk, apa (what) kegiatan yang dilakukan program, siapa (who) orang yang ditunnjuk sebagai penanggung jawab program, kapan (when) kegiatan akan selesai. Dalam model CIPP, evaluasi proses diarahkan pada beberapa jauh kegiatan yang dilaksanakan di dalam program sudah dilaksanakan sesuai dengan rencana.
d.      Evaluasi Produk Atau Hasil
Evaluasi produk atau hasil diarahkan pada hal-hal yang menunjukkan perubahan yang terjadi pada masukan mentah, dalam contoh PMTAS adalah siswa menerimah makanan tambahan.[24]
5.      Teknik pengolahan/Analisis Data
Metode pengolahan data yang digunakan dalam tulisan ini adalah pengolahan secara kuantitatif (statistik) yaitu mengolah data dengan bertolak dari teori-teori untuk mendapatkan kejelasan pada masalah, baik data yang terdapat di lapangan maupun yang terdapat pada kepustakaan. Dalam menganalisis data, penulis memakai analisis regresi linier sederhana yang merupakan hubungan secara linear antara satu variabel independen (X): kualitas sasaran monitoring dan evaluasi, dengan variabel dependen (Y): Kualitas manajerial pendidik.
Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Data yang digunakan biasanya berskala interval atau rasio.[25]
Rumus regresi linier sederhana sebagai berikut:
Y’ = a + bX
Keterangan:
Y’ = Variabel dependen (nilai yang diprediksikan).
X  = Variabel independen
a   = Konstanta (nilai Y’ apabila X = 0)
b   = Koefisien regresi (nilai peningkatan ataupun penurunan)[26]
Nilai a dan b dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:[27]
R×y =  Crv (x,y)
 .
     Y = a ÷ bx ÷ c atau Å· = a÷ bx
          a = (∑y)(∑x2) - (∑x) (∑xy)
      n(∑x2) - (∑x)2
         b =  n(∑xy)- (∑x) (∑y)
    n(∑x2) - (∑x)2

J.      Garis-Garis Besar Isi Skripsi
Bab pertama akan dibahas tentang latar belakang hingga penulis memilih judul ini, selanjutnya merumuskan masalah, pengertian  judul, tinjauan pustaka, kerangka berpikir, hipotesis, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, metode penelitian, serta garis- garis besar isi skripsi.
Bab kedua dalam penulisan ini dibahas mengenai kajian pustaka yang meliputi pengertian monitoring dan evaluasi pendidikan, fungsi dan manfaat monitoring dan evaluasi pendidikan, metode-metode evaluasi dan monitoring, Proses pengawasan dan ketatapan penentuan model valuasi.
Bab ketiga dibahas mengenai tata cara penulisan atau metode yang digunakan dalam penyelesaian penulisan skripsi ini. Mulai dari persiapan penelitian sampai pada tahap  penyelesaian penulisan, yang berisi pendekatan penelitian, lokasi, populasi, instrument penelitian, teknik pengumpulan data serta teknik analisis data.
Bab keempat sebagai inti dari penulisan penelitian ini di dalamnya berisi hasil penelitian yang dijabarkan ke dalam pembahasan yaitu tentang monitoring dan evaluasi pendidikan dalam rangka optimalisasi manajerial pendidik di MAN Lappariaja.
Selanjutnya, pada bab kelima sebagai bab penutup, berisi simpulan dari permasalahan yang diangkat dalam penulisan ini yang selanjutnya dilengkapi dengan saran-saran.





















OUT LINE
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan  Masalah
C. Pengertian Judul
D. Kerangka Berpikir
E. Hipotesis
F. Tujuan Penelitian
G. Kegunaan Penelitian
H. Metode Penelitian
I. Garis-Garis Besar Isi Skripsi
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A.  Pengertian Monitoring dan Evaluasi Pendidikan
B.  Fungsi Monitoring dan Evaluasi Pendidikan
C.  Manafaat Monitoring dan Evaluasi Pendidikan
D.  Metode-Metode Evaluasi dan Monitoring
E.   Proses Pengawasan dan Ketetapan Penentuan Model Evaluasi
BAB III METODE PENELITIAN
A. Pendekatan Penelitian 
B. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian
C.  Instrumen Penelitian
D.  Teknik Pengumpulan Data
E.  Teknik Pengolahan/ Analisis Data

19
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN  PEMBAHASAN
A.    Gambaran Umum Madrasah Aliyah Negeri Lappariaja.
a.       Latar Belakang dan Sejarah Madrasah Aliyah Negeri Lappariaja.
b.      Struktur Organisasi Madrasah Aliyah Negeri Lappariaja.
B.     Bentuk Penarapan Monitoring Di Madrasah Aliayah Negeri Lappariaja Terhadap Guru.
C.     Bentuk Penarapan Evaluasi  Di Madrasah Aliayah Negeri Lappariaja Terhadap Guru.
D.    Dampak Monitoring dan Evaluasi Terhadap Manajerial Pendidik Di Madrasah Aliayah Negeri Lappariaja.
BAB V PENUTUP
A.  Simpulan
B.  Saran-saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN













DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta, 1992.

Arikunto, Suharsimi dan Jabar Abdul Saafruddin Cepi.  Evaluasi Program Pendidikan Pedoman Teoritis  Praktis Bagi Praktisi Pendidikan. Jakarta:  PT Bumi Aksara, 2004.

Daryanto. Kamus Bahasa Indonesia Lengkap. Surabanya: Apollo, 1997.

Deparemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 2002.

Setyo, Pra Bambang dan Jannah Miftahul Lina. Metode Penelitian Kuantitatif Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT. Raja Grapindo Persada, 2005.

Priyatno, Dwi. Mandiri Belajar Statistical Product and Service Solution. Yogyakarta: Mediakom, 2009.

Purwanto. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.

M. Hasan, Iqbal. Pokok – pokok Materi Statistik 2: Statistik Inferensif. Jakarta: Bumi aksara, 2002.

Sudijono, Anas. Pengantar Evaluasi Pendidikan. jakarta: Rajawali Pres, 2011.

Sutomo, Sumengen. Perencanaan Partisifatif Modul Pelatihan Dan Pedoman Praktis. Jakarta: Cv. Cipruy, 2002

Soyomokti, Nurani. Pengantar Sosiologi, Dasar Analisis, Teori dan Pendekatan Menuju Analisis Masalah-Masalah Sosial, Perubahan Sosial dan Kajian-Kajian Strategis. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2010.

P. Siagian, Sondang.  Manajemen Stratejik. Jakarta: Bumi Aksara, 1995.

H. Isjono. Guru Sebagai Motivator Perubahan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.
22
 
Kamaruddin. Menejemen Pengawasan Kualitas Terpadu. Jakarta: Rajawali Pres, 1992.

Abdullah. K. Tahapan dan Langkah-Langkah Penelitian. Watampone: Lukman al-Hakim Press, 2013.

Wajosumidjo. Kepemimpinan Kepala Sekolah, Tinjauan Teoretik Dan Permasalahannya. Jakarta: Rajawali Pers, 2008.






.


[1]Wajosumidjo, Kepemimpinan Kepala Sekolah, Tinjauan Teoretik Dan Permasalhannya (Cet. 6; Jakarta: Rajawali Pers, 2008), h. 160.

[2]Sondang P. Siagian,  Manajemen Stratejik (Cet. 1; Jakarta: Bumi Aksara, 1995), h. 259.
[3]Ibid, h. 261.

[4]Ibid, h. 262.
[5]Isjono, Guru Sebagai Motivator Perubahan (Cet. I; Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008), h. 85.
[6]Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Cet. II; Jakarta: Balai Pustaka, 2002), h. 753.

[7]Ibid, h. 310.

[8]Ibid, h. 163.

[9]Ibid, h. 928.

[10]Ibid, h. 800.

[11]Daryanto S.S, Kamus Bahasa Indonesia Lengkap (Surabanya: Apollo, 1997), h. 420-421.

[12]Ibid, h 165.
[13]Suharsimi Arikunto dan Cepi Saafruddin Abdul Jabar, Evaluasi Program Pendidikan Pedoman Teoritis  Praktis Bagi Praktisi Pendidikan ( Cet. I; Jakarta:  PT Bumi Aksara, 2004), h. 90.
[14]Ibid, h. 31-37.
[15]Kamaruddin, Menejemen Pengawasan Kualitas Terpadu (Cet. II; Jakarta: Rajawali Pres, 1992),  h. 4-6.
[16]Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar ( Cet. I; Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), h. 2-4.

[17]Anas sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan (Cet. 11; jakarta: Rajawali Pres, 2011), h. 17.
[18]Nurani Soyomokti, Pengantar Sosiologi, Dasar Analisis, Teori dan Pendekatan Menuju Analisis Masalah-Masalah Sosial, Perubahan Sosial dan Kajian-Kajian Strategis (Cet, I; Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2010), h. 25.
[19]M. Iqbal Hasan, Pokok – Pokok Materi Statistik 2: Statistik Inferensif (Cet. I; Jakarta: Bumi aksara, 2002), h. 84.

[20]Abdullah K, Tahapan dan Langkah-Langkah Penelitian (Cet. I; Watampone: Lukman al-Hakim Press, 2013), h. 56.

[21]Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta, 1992), h. 102.

[22]Bambang Pra Setyo dan Lina Miftahul Jannah, Metode Penelitian Kuantitatif Teori dan Aplikasi (Jakarta: PT. Raja Grapindo Persada, 2005), h. 119.
[23]Sumengen Sutomo. DKK, Perencanaan Partisifatif Modul Pelatihan Dan Pedoman Praktis (Cet. I; Jakarta: Cv. Cipruy, 2002), h. 214.
[24] Suharsimi Arikunto dan Cepi Saafruddin Abdul Jabar, Loc. Cit.

[25]Dwi Priyatno, Mandiri Belajar Statistical Product and Service Solution (Cet. 3; Yogyakarta: Mediakom, 2009), h. 66.

[26]Ibid.
[27]Ibid, h. 67.